Enam blok minyak, gas lagi untuk dikonversi ke skema gross split |
Wakil menteri energi Arcandra Tahar berharap enam kontrak yang diamandemen akan ditandatangani paling lambat bulan Februari, dua di antaranya akan ditandatangani akhir bulan ini.
Di bawah skema baru, kata Arcandra, operator diberikan lebih banyak kepastian, kesederhanaan dan efisiensi. "Karena itu, saya percaya banyak investor akan lebih suka mengubah kontrak mereka menjadi skema gross-split," katanya mengacu pada skema yang diperkenalkan pada Januari 2017.
Keenam blok tersebut adalah Blok Duyung di Natuna Barat, Blok Muralim di Sumatra Selatan, Blok Tanjung Enim di Sumatra Selatan, Blok Arafura Utara di Papua, Blok Bungamas di Sumatra Selatan, dan Blok Sebatik di Kalimantan Utara.
Setelah enam blok secara resmi mengubah kontrak mereka, 36 blok akan dikelola di bawah skema gross-split.
Dari enam, hanya Blok Tanjung Enim adalah unit non-konvensional, yang berarti bahwa menemukan sumber daya di blok lebih kompleks dibandingkan dengan yang lain. “Dan [Tanjung Enim] juga akan menjadi unit non-konvensional pertama yang dikelola di bawah skema gross-split,” kata Arcandra. Agen Bandar66
Tidak ada komentar:
Posting Komentar